Apa Itu Tradisi Tabot?

Tabot adalah perayaan budaya tahunan yang menjadi ciri khas Provinsi Bengkulu. Diselenggarakan setiap tanggal 1–10 Muharram dalam kalender Hijriah, tradisi ini awalnya merupakan bentuk penghormatan kepada cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali, yang gugur dalam Peristiwa Karbala. Seiring berjalannya waktu, Tabot berkembang menjadi festival budaya besar yang merayakan identitas dan kekayaan seni masyarakat Bengkulu.

Sejarah Singkat Tradisi Tabot

Tradisi Tabot dibawa ke Bengkulu oleh komunitas Sipai — keturunan tentara dari India Selatan yang bekerja untuk Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC) pada abad ke-18. Mereka membawa tradisi Muharram dari tanah asal mereka dan melebur dengan budaya lokal Bengkulu. Hasilnya adalah sebuah tradisi unik yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia dengan cara yang sama persis.

Rangkaian Prosesi Tabot

Perayaan Tabot berlangsung selama sepuluh hari dengan serangkaian prosesi yang penuh simbolisme:

  1. Mengambil tanah (1 Muharram): Pengambilan tanah dari tujuh sumber berbeda sebagai simbol awal penciptaan.
  2. Duduk penja (2 Muharram): Ritual mencuci dan memandikan penja (replika tangan dari tembaga atau kuningan).
  3. Meradai: Prosesi mencari sumbangan dan dukungan dari masyarakat.
  4. Arak penja (9 Muharram): Prosesi mengarak penja yang sudah dihias keliling kota diiringi musik dol dan tasa.
  5. Tabot tebuang (10 Muharram): Puncak acara — Tabot (bangunan berbentuk menara) diarak ramai-ramai dan kemudian "dibuang" atau ditanamkan ke tanah sebagai simbol berakhirnya perayaan.

Keunikan Seni dan Musik Tabot

Salah satu elemen paling mengesankan dari Tabot adalah musik pengiringnya. Dol — gendang besar khas Bengkulu yang terbuat dari kayu dan kulit hewan — dimainkan bersama tasa (gendang kecil bertimbel) menciptakan irama yang khas dan menggetarkan. Suara dol dapat terdengar dari jarak yang sangat jauh dan menjadi tanda bahwa perayaan Tabot sedang berlangsung.

Bangunan Tabot sendiri merupakan karya seni arsitektur yang rumit — berbentuk menara bertingkat-tingkat, dihias dengan kertas berwarna, bunga, dan berbagai ornamen indah yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyelesaikannya.

Tabot sebagai Identitas dan Pemersatu

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Tabot kini telah menjadi simbol identitas masyarakat Bengkulu. Festival ini menyatukan warga dari berbagai latar belakang etnis dan agama dalam semangat kebersamaan dan kebanggaan budaya. Pemerintah Provinsi Bengkulu pun menjadikan Festival Tabot sebagai agenda pariwisata tahunan yang menarik pengunjung dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Cara Menyaksikan Festival Tabot

  • Datang ke Kota Bengkulu pada bulan Muharram (waktu tepatnya bergantung pada kalender Hijriah setiap tahunnya).
  • Lokasi utama prosesi berada di Lapangan Merdeka Bengkulu dan sekitar Masjid Jamik.
  • Pengunjung diimbau untuk berpakaian sopan dan menghormati proses ritual yang sedang berlangsung.
  • Momen paling ramai adalah pada malam arak penja dan prosesi tabot tebuang pada hari terakhir.